• (0561) 711837
  • admin@stikmuhptk.ac.id
  • Contact

Artikel Pilihan

Bhakti Sosial Khitanan Masal di Desa Arus Deras Kec. Teluk Pakedai

Kegiatan LITBANG STIK MUHAMMADIYAH PONTIANAK yang di ketuai oleh Hartono, M.Kep. mengadakan "Bhakti Sosial Khitanan Masal di Desa Arus Deras Kec. Teluk Pakedai" ditenggarai oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Kubu Raya oleh ketua Pdm yaitu H. Untung Suprapta, SH. MSi. Diselenggarakan oleh SD Negeri 25 Teluk Pakedai dengan rincian sebagai berikut : 

  1. 65 anak Desa Teluk Pakedai (Peserta Sunatan)
  2. 10 mahasiswa Prodi Profesi (Petugas Sunat masal)
  3. 2  mahasiswa S1 Keperawatan (Petugas Sunat masal)
  4. ‌4 dosen dan 1 pegawai Laboratorium (Petugas Sunat masal)

Petugas bersiap dari pukul 06.00 am di halaman STIK Muhammadiyah Pontianak untuk melakukan khitanan dan sampai di rasau, kuburaya pada pukul 9.30 am dilanjutkan dengan menyebrang menggunakan kapal penyebrangan ke daerah teluk pakedai serta sampai ke SDN 25 pada pukul 10.15 am. Kegiatan di mulai pukul 10.30 am hingga pukul 04.00 pm.

Penjelasan ilmiah tentang Sirkumsisi / Sunat atau khitan adalah memotong sebagian atau seluruh kulit selubung kepala penis (kulup), sehingga kepala penis dapat terbuka. Berikut adalah alasan mengapa pria disunat:

  1. Tradisi Agama
    Sunat bagi laki-laki sebelum menginjak pubertas adalah tradisi dalam agama Islam, Yahudi dan sebagian kelompok agama Kristen.
  2. Fimosis
    Fimosis terjadi ketika kulup menyempit sehingga hampir tidak dapat ditarik melalui kepala (glans) penis. Fimosis bisa bawaan atau disebabkan oleh infeksi berulang pada kulit. Pada anak-anak di bawah lima tahun adalah normal bila kulup tidak (sepenuhnya) dapat ditarik. Biasanya kulup secara alami menjadi lebih longgar dan lemas seiring pertambahan usia. Bila setelah umur 5 tahun kulup masih lengket maka dapat menyebabkan masalah karena glans di bawahnya tidak dapat dibersihkan sehingga menimbulkan akumulasi smegma (kotoran). Hal ini dapat menimbulkan inflamasi, infeksi dan kesulitan buang air (kencing). Pada pria yang lebih dewasa, fimosis bisa menimbulkan sakit saat ereksi dan hubungan seksual.
  3. Parafimosis
    Jika kulup dapat ditarik namun tidak dapat dikembalikan ke posisi semula maka disebut parafimosis. Parafimosis disebabkan oleh peradangan dan penyempitan kulup. Dokter mungkin dapat mengembalikan kulup untuk kembali menutupi glans penis. Bila masalahnya menetap, maka harus disunat.
  4. Peradangan Kepala Penis (Balanitis)
    Penyakit ini dapat disebabkan oleh kebersihan yang buruk atau karena kesulitan membersihkan smegma akibat fimosis. Penggunaan sabun yang salah juga dapat menyebabkan iritasi dan memperparah peradangan.
  5. Alasan Kesehatan
    Di negara maju mayoritas non-muslim seperti Amerika Serikat, sunat dianjurkan karena alasan kebersihan dan untuk mencegah infeksi saluran kemih dan kanker serviks. Penis yang disunat menghasilkan smegma lebih sedikit atau tidak ada sama sekali sehingga lebih mudah dijaga kebersihannya.
  6. Alasan Seksual
    Alasan utama sunat dari sisi seksual adalah ejakulasi prematur dan kulup terlalu panjang. Kulup yang terlalu panjang mempengaruhi pengalaman seksual karena glans penis tidak terstimulasi secara langsung selama hubungan intim. Sunat membentuk lapisan pelindung di atas glans sehingga agak mengurangi sensitivitasnya. Bagi orang yang memiliki masalah ejakulasi dini (ejakulasi terlalu cepat), sunat bisa menjadi solusi.

Demikian kegiatan Bhakti Sosial Khitanan Masal di Desa Arus Deras Kec. Teluk Pakedai. 

Kuburaya, 16 Juli 2017
Dokumentasi : Unit IT STIKMuhPtk

  • By webmasterstik
  • 19 Juli 2017
  • 353
  • litbang-stikmuhptk,pengabdian-masyarakat

Komentar Pengunjung

Kirim Komentar Anda....!

Kategori

Berita Terbaru

Pendaftaran Uji Komp...

Dalam rangka penjaminan mutu dan standardisasi kompentensi lulusan pendidikan Pr...

Pelatihan Cdwcn Pese...

CERTIFIED DIABETIC WOUND CARE NURSE, 30th OCTOBER UNTIL 23rd NOVEMBER, 2017 AT T...

Pengumuman Hasil Uji...

Posted On: 24 November 2017 at 11:40:55 Sesuai dengan Surat Keputusan Pani...

Berita Terkait

CERTIFIED DIABETIC WOUND CARE NURSE, 30th OCTOBER UNTIL 23rd NOVEMBER, 2017 AT THE INSTITUTE NURSING MUHAMMADIYAH PONTIANAK. CHECK THIS LINK TO DOWNLOAD ALL GALLERY     VIDEO SLIDESHOW...

Read more

Holistic nursing is a medical specialty that takes the entire being of the patient into consideration, rather than just diagnosing specific physical symptoms. Holistic nurses often recommend complemen...

Read more

Berita Photo