S1 Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners

S1 Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners

14 Januari 2015, 2163

 

Sejarah

               Program Studi Ners didirikan pada tahun 2006. Program Studi Ners STIK Muhammadiyah Pontianak sebagai penyelenggara Pendidikan Tinggi Keperawatan pertama di Kalimantan Barat dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia keperawatan yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, Program Studi Ners STIK Muhammadiyah Pontianak berupaya menata dan mengelola segala sumber daya yang dimiliki serta mengembangkan diri sehingga menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di pasaran kerja nasional maupun internasional. Disamping itu, visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi Program Studi Ners STIK Muhammadiyah Pontianak disusun berdasarkan kepada aturan-aturan pemerintah seperti Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Undang-Undang Guru dan Dosen tahun 2005, HELTS (Higher Education Long Term Strategy 2003 -2010) atau Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi, yang menekankan kepada daya saing bangsa, otonomi, dan organisasi yang sehat. Program Studi Ners juga merujuk pada visi dan misi STIK Muhammadiyah Pontianak serta rencana strategis pengembangannya.

             Pelayanan kesehatan saat ini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan sebagai dampak perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi dunia. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan, baik di tatanan klinik maupun di komunitas semakin meningkat akibat mudahnya masyarakat mengakses informasi. Oleh karena itu, mutu pelayanan kesehatan yang diberikan harus terjamin, tidak berisiko, dan dapat memberi kepuasan, termasuk pelayanan keperawatan. Hal ini dapat diwujudkan apabila perawat tampil profesional saat memberikan asuhan keperawatan serta mampu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Bagaimana perawat bersikap profesional, ditentukan sejak masa pendidikan perawat melalui kurikulum yang menunjang.

               Kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia telah mengalami banyak perubahan. Pada tahun 1994 melalui  SK Mendiknas No. 056/U/1995 tentang Kurikulum Nasional, yang mengutamakan ketercapaian penguasaan IPTEKS, oleh karenanya disebut sebagai Kurikulum Berbasis Isi, dimana menetapkan mata kuliah wajib nasional pada program studi yang ada. Kemudian pada tahun 2000, Indonesia merekonstruksi konsep kurikulumnya dari berbasis isi ke Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang mengutamakan pencapaian kompetensi, sebagai wujud 8usaha untuk mendekatkan pendidikan pada kondisi pasar kerja dan industri. Dalam KBK ini ditetapkan kompetensi utama oleh asosiasi/forum/badan kerjasama program studi dan kompetensi pendukung dan lain, yang ditetapkan oleh perguruan tinggi sendiri. Dengan dorongan perkembangan global yang saat ini dituntut adanya pengakuan atas capaian pembelajaran yang telah disetarakan secara internasional, dan dikembangkannya KKNI, maka kurikulum semenjak tahun 2016 mengalami sedikit pergeseran dengan memberikan ukuran penyetaraan capaian pembelajarannya. Kurikulum ini masih mendasarkan pada pencapaian kemampuan yang telah disetarakan untuk menjaga mutululusannya.

              Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) memberikan parameter ukur berupa jenjang kualifikasi dari jenjang 1 terendah sampai jenjang 9 tertinggi. Setiap jenjang KKNI bersepadan dengan level CapaianPembelajaran(CP) program studi pada jenjang tertentu, yang mana kesepadannya untuk pendidikan tinggi adalah level 3 untuk D1, level 4 untuk D2, level 5 untuk D3, level 6 untuk D4/S1, level 7 untuk profesi (setelah sarjana), level 8 untuk S2, dan level 9 untuk S3

       Kurikulum Pendidikan Ners 2016 terdiri atas kurikulum program sarjana Keperawatan dan kurikulum program profesi Ners. Kurikulum ini disusun setelah mempertimbangkan bahwa Kurikulum Pendidikan Ners (tahap akademik Sarjana dan profesi Ners) yang disahkan pada tahun 2010 perlu dievaluasi dan disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Adapun landasan pengembangan kurikulum program studi profesi ners ini mengacu pada :

1. Kemendiknas no. 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar mahasiswa,

2. Kemendiknas no. 045/U/2002 tentang kurikulum inti perguruan tinggi,

3. UU no. 20 tahun 2003 tentangSisdiknas,

4. Permendiknas no. 63 tahun 2009 tentang sistem penjaminan mutu pendidikan,

5. UU no. 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi,

6. Peraturan presiden no. 8 tahun 2012 tentangKKNI,

7. Permendikbud no. 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi,

8. Peraturan Pemerintah no. 4 tahun 2014 tentang penyelengaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi, dan

9. Buku Pedoman Kurikulum Pendidikan Tinggi Tahun 2014, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

      Berdasarkan pertimbangan di atas Program Studi Ners melaksanakan berbagai kegiatan yang cukup intensif sebagai upaya perbaikan kurikulum mulai dari kurikulum berbasis isi, Kurikulum berbasis kompetensi, sampai saat ini kurikukum yang mengacu pada KKNI sampai akhir tahun 2018. Kegiatan dimulai dengan pembentukan tim revisi kurikulum, sosialisasi kurikulum yang dirancang AIPNI, lokakarya penyusunan kurikulum institusi yang didasarkan pada kurikulum AIPNI. Kemudian tersusunlah kurikulum inti Pendidikan Ners mengacu pada Capaian pembelajaran Ners tahun 2015.

 

 

 

      Berdasarkan atas kajian Kemenkes dan Kemendikbud, prodi ners diselenggarakan pada jenjang S1 secara terpisah, namun wajib sampai profesi Ners (Permendikbud no. 154 tahun 2014 tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi). Kurikulum inti terdiri dari dua kurikulum program studi keperawatan dan kurikulum program studi profesi Ners. Kurikulum ini menyatu dan hanya ditujukan untuk menghasilkan Ners sebagai luaran akhir dari sebuah proses pendidikan tinggi keperawatan. Oleh karena itu, kurikulum ini dikembangkan berdasarkan pada :

1. Profil : postur yang diharapkan pada saat pembelajar lulus atau menyelesaikan seluruh proses pembelajaran dengan kesesuaian jenjang KKNI

2. CP (Capaian Pembelajaran): dapat menyesuaikan dengan deskriptor KKNI atau unsur CP pada SNPT.

3. Bahan Kajian : sebagai komponen/materi yang harus dipelajari/diajarkan untuk mencapai CP yangdirencanakan

4. Mata Kuliah : merupakan wadah sebagai konsekwensi adanya bahan kajian yang dipelajari mahasiswa dan harus diajarkan olehdosen.

5. Metoda Pembelajaran: merupakan strategi efektif danefesien dalam menyampaikan atau mengakuisisi bahan kajian selama prosespembelajaran.

6. Metoda Penilaian: proses identifikasi dan penentuan tingkat penetrasi maupun penguasaan bahan kajian oleh pembelajar melalui parameter dan variabel ukur yang akuntabel.

          Capaian Pembelajaran Program Studi Profesi Ners Berdasar KKNIPengertian capaian pembelajaran (CP) menurut KKNI (Perpres no 8/2012) adalah: internasilisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan praktis, keterampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja. Secara umum CP dapat melakukan beragam fungsi, diantaranya :

1. Sebagai Penciri, Deskripsi, atau Spesifikasi dari ProgramStudi

2. Sebagai ukuran, rujukan, pembanding pencapaian jenjang pembelajaran dan pendidikan

3. Kelengkapan utama deskripsi dalam SKPI (Surat Keterangan PendampingIjazah)

4. Sebagai komponen penyusun Kurikulum dan Pembelajaran

          Dalam SNPT capaian pembelajaran lulusan terdiri dari unsur sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan. Rumusan unsur sikap dan keterampilan umum yang merupakan bagian dari capaian pembelajaran telah dirumuskan dalam SNPT sebagai standar minimal yang harus dimiliki oleh setiap lulusan sesuai jenis dan jenjang program pendidikannya. Sedangkan unsur keterampilan khusus dan pengetahuan yang merupakan rumusan kemampuan minimal lulusan suatu program studi tertentu, wajib disusun oleh forum program studi yang sejenis atau diinisiasi dan diusulkan oleh suatu program studi.

         Capaian pembelajaran Program Studi Profesi Ners telah disusun atas dasar kesepakatan yang dibuat melalui lokakarya,  seperti pada tabel berikut :

CAPAIAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

(KKNI LEVEL 6)

      TAHAP AKADEMIK

      SIKAP (S)

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius
  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama,moral, dan etika
  3. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik
  4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa
  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain
  6. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila
  7. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan
  8. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
  9. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan
  10. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri
  11. Mampu bertanggung gugat terhadap praktik profesional meliputi kemampuan menerima tanggung gugat terhadap