RUMAH SAKIT ISLAM (YARSI) PONTIANAK

RUMAH SAKIT ISLAM (YARSI) PONTIANAK

webmasterstik, 30 Juli 2020, Kerjasama dan rekanan

PERJANJIAN KERJASAMA

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH PONTIANAK

DENGAN

RUMAH SAKIT ISLAM (YARSI) PONTIANAK

 

TENTANG

PRAKTEK MAHASISWA, PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH PONTIANAK DI RUMAH SAKIT ISLAM (YARSI) PONTIANAK.

 

Perjanjian ini di buat dan ditanda tangani di Kubu Raya, pada hariSenin, tanggal lima Belas Bulan Mei tahun Dua Ribu Tujuh Belas kami yang bertanda tangandibawah ini atas nama:

 

  1. Supriadi, MHS NBM : 898.581, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak yang berkedudukan dan berkantor di Jalan Sungai Raya Dalam Gang Ceria V No. 10, Sungai Raya, Kubu Raya, dalam hal ini bertindak dalam jabatannya untuk dan atas nama serta sah mewakili Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak, selanjutnya disebut “PIHAK PERTAMA”.
  2. Dr. H. PENDI T. PERDJAMAN, M.Kes, DirekturDrg. Ary Rumah Sakit Islam (YARSI) di Pontianak, yang berkedudukan dan berkantor di Jl. Tanjung Raya II No 1, dalam hal ini bertindak dalam jabatannya untuk dan atas nama serta sah mewakili Rumah Sakit Yarsi Pontianak, selanjutnya disebut “PIHAK KEDUA”.

 

Selanjutnya PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama terlebih dahulu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 44 Tahun 2009tentang Rumah Sakit;
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;

 

Selanjutnya berdasarkan hal-hal tersebut diatas, para pihak sepakat untuk membuat dan menandatangani perjanjian kerjasama tentang praktek Mahasiswa, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak di Drg. Ary Rumah Sakit Islam (YARSI) pontianak, selanjutnya disebut “Perjanjian” dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

 Dalam perjanjian kerjasama ini, yang dimaksud dengan :

  1. Praktek adalah Praktek Klinik Keperawatan yang dilakukan oleh Mahasiswa
  2. Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa dan Dosen
  3. Mahasiswa dan Dosen adalah Mahasiswa dan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak Program Studi S.1 Keperawatan dan D.III Keperawatan.
  4. Pembimbing Praktek adalah seorang fungsional di bidangnya yang dianggap mampu membimbing di bidangnya, ditunjuk dan ditetapkan dengan surat keputusan DirekturDrg. Ary Rumah Sakit Islam (YARSI) pontianak.
  5. Sarana dan prasarana Rumah Sakit adalah segala fasilitas di Drg. Ary Rumah Sakit Islam (YARSI) pontianak yang ada kaitannya dengan pelaksanaan Praktek Mahasiswa, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa dan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak.

 

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN

 

Pasal 2

 

Perjanjian kerjasama ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman dalam pelaksanaan Praktek Mahasiswa, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak diRumah Sakit Islam (YARSI) pontianak, dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan manusia umumnya.

 

BAB III

LINGKUP KERJASAMA

Pasal 3

Sarana dan Prasarana Rumah Bersalin Serta Instruktur Klinik

 

PIHAK PERTAMA memanfaatkan sarana dan prasarana di Rumah Sakit Islam (YARSI) pontianakserta memberdayakan Pembimbing Praktek PIHAK KEDUA dalam melaksanakan kegiatan Praktek Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak.

 

Pasal 4

Tata Cara Pelaksanaan

 

  1. PIHAK PERTAMA memberitahukan kepada PIHAK KEDUA paling lambat 1 (satu) bulan sebelum praktek dan , Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat dimulai disertai petunjuk tehnis pelaksanaannya.
  2. Perencanaan praktek dan garis-garis besar pengajaran praktek juga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat dibuat oleh PIHAK PERTAMA.
  3. Kriteria peserta ditentukan PIHAK PERTAMA sedangkan jumlah peserta, waktu dan tempat praktek juga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat ditentukan bersama oleh KEDUA BELAH PIHAK.

 

Pasal 5

Pengawasan

 

  1. PIHAK KEDUA melalui Pembimbing Praktek menyelenggarakan, memantau dan menetapkan evaluasi hasil Praktek Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak, PIHAK PERTAMA.
  2. PIHAK PERTAMA mengadakan supervisi dan monitoring kemampuan Mahasiswa dalam melaksanakan Praktek Klinik Keperawatan di Rumah Sakit Islam (YARSI) pontianak.

 

Pasal 6

Ketenagaan

 

  1. Pembimbing Praktek selama kegiatan Praktek Klinik Keperawatan PIHAK PERTAMA, ditunjuk oleh PIHAK KEDUA dengan memperhatikan Surat Keputusan DirekturRumah Sakit Yarsi pontianak.
  2. Dalam rangka pelaksanaan ujian praktik, penunjukan penguji praktek yang berasal dari Rumah Sakit Islam (YARSI) pontianak, diajukan oleh PIHAK KEDUA untuk selanjutnya di tetapkan PIHAK PERTAMA dengan suatu Surat Keputusan.

 

BAB IV

HAK DAN KEWAJIBAN

 

Pasal 7

Hak dan Kewajiban Pihak Kedua

 

  1. PIHAK KEDUA berhak untuk mendapatkan pembayaran biaya Praktek Klinik Keperawatan dari PIHAK PERTAMA.
  2. PIHAK KEDUA berhak memberikan sanksi kepada Mahasiswa yang melakukan pelanggaran dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Islam (YARSI) pontianak, dengan sepengetahuan PIHAK PERTAMA.
  3. PIHAK KEDUA berhak menolak praktek klinik Mahasiswa, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat PIHAK PERTAMA apabila tidak mengindahkan ketentuan yang berlaku.
  4. PIHAK KEDUA berkewajiban memfasilitasi PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan PraktekKlinik Mahasiswa, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak di Rumah Sakit Islam (YARSI) pontianak.
  5. PIHAK KEDUA berkewajiban menyampaikan hasil evaluasi praktek mahasiswa kepada PIHAK PERTAMA sesuai dengan format evaluasi yang disediakan oleh PIHAK PERTAMA.
  6. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan kesempatan bimbingan langsung (bed site teaching) kepada pembimbing klinik PIHAK PERTAMA terhadap Mahasiswa.
  7. PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA berkewajiban melakukan transfer of knowledge melalui diskusi klinik pembimbingterjadwal.
  8. PIHAK KEDUA berkewajiban memfasilitasi bimbingan melalui penyediaan sarana berupa ruangan diskusi bagi Mahasiswa.
  9. PIHAK KEDUA berkewajiban menyediakan pembimbing Praktek (CI) yang disesuaikan dengan waktu bimbingan bagi Mahasiswa.
  10. PIHAK KEDUA berhak mendapatkan pendidikan dan peningkatkan kompetensi CI dari PIHAK PERTAMA sebagai bentuk Aplikasi Pengabdian pada Masyarakat.
  11. PIHAK KEDUA berhak mendapatkan Pelatihan atau Pendidikan berkelanjutan Para Perawat/Bidan yang dimiliki PIHAK KEDUA dalam bentuk in-House Training atau Ceramah Ilmiah yang dilakukan secara berkala oleh PIHAK PERTAMA dan waktu dan tempat akan disesuaikan berdasarkan kesepakatan para Pihak.

 

Pasal 8

Hak dan Kewajiban Pihak Pertama

 

  1. PIHAK PERTAMA berhak melaksanakan Praktek Mahasiswa, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak dan ujian praktek di lahan praktek yang telah disepakati dengan PIHAK KEDUA.
  2. PIHAK PERTAMA berhak mendapatkan bantuan Pembimbing Praktek dari PIHAK KEDUA dalam rangka memantau dan mengevaluasi pelaksanaan praktek Mahasiswa PIHAK PERTAMA.
  3. PIHAK PERTAMA berhak mendapatkan bantuan penguji praktek dari PIHAK KEDUA dalam rangka melakukan praktek ujian Mahasiswa PIHAK PERTAMA.
  4. PIHAK PERTAMA berkewajiban membayar biaya praktek Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak kepada PIHAK KEDUA.
  5. PIHAK PERTAMA berkewajiban mengganti biaya kerusakan sarana dan prasarana Rumah Sakit Yarsi Pontiank sebagai akibat langsung kesalahan dan kelalaian Mahasiswa PIHAK PERTAMA dalam melaksanakan praktek kepada PIHAK KEDUA.
  6. PIHAK PERTAMA berkewajiban membuat petunjuk tehnik praktek dan garis-garis besar Program Pengajaran Praktek untuk diberikan kepada PIHAK KEDUA.
  7. PIHAK PERTAMA dan KEDUA berkewajiban untuk memfasilitasi penerapan hasil bimbingan pada ruangan sebagai masukan.
  8. PIHAK PERTAMA berkewajiban mendidik dan meningkatkan kompetensi CI PIHAK KEDUA sebagai bentuk Aplikasi Pengabdian pada Masyarakat.
  9. PIHAK PERTAMA berkewajiban membuat Pelatihan atau Pendidikan berkelanjutan Para Perawat/Bidan yang dimiliki PIHAK KEDUA dalam bentuk in-House Training atau Ceramah Ilmiah yang dilakukan secara berkala dan waktu dan tempat akan disesuaikan berdasarkan kesepakatan para Pihak.

 

BAB V

PEMBIAYAAN DAN PEMBAYARAN

Pasal 9

Biaya Praktek

 

PIHAK PERTAMA akan dikenakan biaya atas pelaksanaan Praktek Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak diRumah Sakit Islam (YARSI) Pontianak, dengan besaran biaya yang disepakati oleh KEDUA BELAH PIHAK, Sebesar Rp 20.000,- (dua puluh ribu Rupiah) / Mahasiswa/hari.

 

Pasal 10

Tata Cara Pengajuan Tagihan

 

  1. PIHAK KEDUA mengajukan tagihan kepada PIHAK PERTAMA paling lambat 7 (tujuh) hari pada saat dimulainya pelaksanaan Praktek Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak PIHAK PERTAMA.
  2. Pengajuan tagihan kepada PIHAK PERTAMA dengan mengajukan rincian tarif sesuai dengan waktu dan jumlah Mahasiswa praktek.

 

Pasal 11

Tata Cara Pembayaran

 

  1. PIHAK PERTAMA membayar biaya Praktek Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak kepada PIHAK KEDUA paling lambat 7 (tujuh) hari setelah diterimanya rincian tarif dengan menunjukkan bukti Tagihan kepada PIHAK KEDUA.
  2. Pembayaran dilakukan kepada PIHAK KEDUA dengan cara setoran tunai ataupun transfer antar Bank melalui kasir penerima Rumah Sakit Islam (YARSI) Pontianak.

 

BAB VI

Jangka Waktu Perjanjian

 Pasal 12

 

  1. Perjanjian ini berlaku efektif sejak hari Senin Tanggal Dua Bulan Januari Tahun Dua Ribu Tujuh Belas dan berlaku untuk jangka waktu 3 (Tiga) Tahun atau berakhir pada tanggal dua Bulan Januari Tahun Dua Ribu Dua Puluh.
  2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu perjanjian, para pihak sepakat untuk saling memberitahukan maksudnya apabila hendak memperpanjang perjanjian ini.
  3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelumnya berakhirnya perjanjian tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA untuk memperpanjang jangka waktu perjanjian ini maka perjanjian ini secara otomatis berakhir.

 

BAB VII

FORCE MAJEURE

Pasal 13

  1.  
  2. Apabila dalam pelaksanaan perjanjian ini salah satu pihak mengalami keterlambatan atau gagal melaksanakan perjanjian ini karena force majeure, maka pihak yang mengalaminya wajib memberitahukan kepada pihak lainnya selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah terjadinya force majeure tersebut.
  3. Force Majeure dalam perjanjian ini adalah terjadinya hal-hal yang diluar kendali control dari salah satu pihak seperti peperangan, blockade, pemberontakan, kebakaran, sabotase, epidemic, atau bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan hal-hal lain di luar kemauan dan kemampuan kedua belah pihak.
  4. Apabila Force Majeure tersebut terjadi sehingga para pihak dalam perjanjian ini tidak dapat melaksanakan perjanjian ini, maka para pihak akan menyelesaikan secara musyawarah.

 

BAB VIII

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

 Pasal 14

 

  1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul sehubungan dengan perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara musyawarah dan mufakat oleh para pihak.
  2. Apabila para pihak tidak berhasil mencapai mufakat maka para pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui Pengadilan Negeri Pontianak atau Pengadilan Negeri yang berwenang.

 

BAB IX

PEMBERITAHUAN

 

Pasal 15

  1. Semua surat menyurat atau pemberitahuan atau pernyataan atau persetujuan yang wajib dan perlu dilakukan oleh salah satu pihak kepada pihak lainnya dalam pelaksanaan perjanjian ini, harus dilakukan secara tertulis dan disampaikan secara langsung atau melalui facsimile dan dialamatkan kepada:
  2. PIHAK PERTAMA: SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH PONTIANAK, Jalan Sungai Raya Dalam Gang Ceria V, No. 10, Sungai Raya, Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Phone 0561-711837, Facs 0561-711379.
  3. PIHAK KEDUA      : RUMAH SAKIT Yarsi pontianak Jl. Tanjung Raya II No 1, Telp (0561) 739685, Fax (0561) 767078 Pontianak.

 

  1. Pemberitahuan yang diserahkan secara langsung dianggap telah diterima pada hari penyerahan dengan bukti tanda tangan penerimaan pada buku expedisi atau buku tanda terima pengiriman, sedangkan pengiriman melalui facsimile dianggap telah diterima pada saat telah diterima kode jawabannya (answerback) pada pengiriman telex dan konfirmasi facsimilepada pengiriman facsimile.

 

BAB X

KETENTUAN LAIN-LAIN

 

Pasal 16

Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian ini akan disepakati oleh kedua belah pihak dalam suatu addendum dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Demikianlah perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), asli, masing-masing sama bunyinya, diatas kertas bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukumyang sama setelah ditandatangani para pihak