SOSIALISASI STREACHING KAKI UNTUK NYERI MUSKULOSKELETAL

SOSIALISASI STREACHING KAKI UNTUK NYERI MUSKULOSKELETAL

webmasterstik, 08 Oktober 2021, Artikel Pilihan

SOSIALISASI STREACHING KAKI UNTUK NYERI MUSKULOSKELETAL

OLEH : Ns. Wuriani, M.Pd., M.Kep, Cau Kim Jiu, M.Kes., Ph.D, Ns. Annisa Rahmawati, M.Kep., Agus Dwi Cahyono, Bima, Dwiyanto, AMD

DOSEN DAN MAHASISWA STIK MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Permasalahan yang sering ditemukan dimasyarakat

Kestabilan dan keseimbangan tubuh sering disebut dengan homeostatis, seiring dengan berjalannya waktu dan dengan kesibukan serta rutinitas, orang dewasa akan merasakan tubuhnya tidak selentur saat masih anak-anak. Kekakuan otot yang terjadi akan mengakibatkan berbagai keluhan seperti nyeri tulang dan otot, yang tentu saja akan mengganggu berbagai aktivitas dan bahkan membuat penurunan kreativitas dan produktifitas. Masyarakat perlu memehami dan dilatih cara melenturkan tubuh dengan melakukan peregangan dengan cara yang mudah dan efektif, sehingga mengurangi cedera, nyeri otot bahkan dapat meningkatkan kualitas hidup. Desa Sungai Ambangah adalah desa yang memiliki jumlah penduduk  lanjut usia  sekitar 212 jiwa yang rata-rata masih produktif tetapi semua mengalami nyeri musculoskeletal dan kekakuan pada otot. Untuk itu kami akan melakukan pelatihan peregangan statis ini di desa Sungai Ambangah Kubu Raya Kalimantan Barat.

Stretching untuk melancarkan sirkulasi darah kaki

Solusi:

 

Lanjut usia sering dikaitakan dengan usia yang sudah tidak produktif, bahkan dikatakan menjadi beban bagi yang berusia produktif. Hal ini terjadi karena pada lansia secara fisiologis mengalami kemunduran fungsi-fungsi dalam tubuh yang menyebabkan lansia rentan terkena gangguan kesehatan. Memasuki lanjut usia akan mengalami kemunduran secara fisik, kemunduran secara fisik akan terjadi penurunan massa otot serta fleksibilitasnya. Sehingga, dapat mempengaruhi kemampuan lansia dalam memenuhi aktivitasnya. Kemunduran secara fisik akibat proses penuaan dapat dicegah pada lansia dengan melakukan berbagai komponen latihan. Komponen latihan pada lansia dapat diberikan dengan latihan fleksibilitas (Padilah, 2013).

Fleksibilitas dapat didefinisikan sebagai kemampuan dari sebuah sendi dan otot, serta tali sendi di sekitarnya untuk bergerak dengan leluasa dan nyaman dalam ruang gerak maksimal yang diharapkan.Fleksibiltas dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut adalah otot, tendon, ligamen, usia, jenis kelamin, suhu tubuh dan struktur sendi. Fleksibilitas yang kurang dapat menyebabkan gerakan lebih lamban dan rentan terhadapa cedera otot, ligamen, dan jaringan lainnya. Dengan bertambahnya usia maka fleksibilitas seseorang akan berkurang. Cara terbaik meningkatkan fleksibilitas adalah dengan latihan peregangan.

Pelaksanaan :

Muatan program yang paling penting dalam program ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya peregangan statis dan  meminta kesediaan dan memotivasi masyarakat untuk ikut berpartisipsi. Sebelumnya masyarakat diberikan pemeriksaan gula darah gratis. Meminta persetujuan kepala desa dan kepala Puskesmas setempat  untuk memberikan nama peserta, menentukan waktu dan tempat untuk disepakati kegiatan Bersama. Pada hari yang ditentukan maka seluruh warga yang telah ditentukan dengan jumlah 30 orang. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu  tanggal 26 September  tahun 2021 bersama dengan empat orang anggota tim Pengabdian Kepada Masyarakat. Sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan tentang stretching, masyarakat diberikan pemeriksaan gula darah gratis. Kepala Desa, Kader Posyandu dan Ketua Tim PKM memberi kata sambutan dan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam sosialisai stretching pada kaki.

Dokumentasi kegiatan.